Indonesia Terancam Krisis Air, Pangan dan Energi

AMPUH, Jakarta
Indonesia menghadapi ancaman krisis air, pangan, dan energi yang menjadi syarat utama kelanjutan kehidupan. Fenomena itu lebih banyak disebabkan salah urus lingkungan dan aset alam.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) Dwitho Prasetyandi mengatakan salah urus lingkungan dan aset alam tersebut terjadi secara akumulatif dan terus-menerus. Sebab, selama ini negara mengandalkan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) guna menopang perekonomian.

“Indonesia menghadapi ancaman krisis tiga sektor utama kehidupan berkelanjutan, yaitu air, pangan dan energi,” tutur di Banjarmasin, Jumat (19/4).

Menurutnya, salah urus pengelolaan SDA itu memicu terjadinya penurunan daya dukung lingkungan, penurunan kualitas lingkungan hidup dan menipisnya ketersedian sumber daya alam. Hal itulah yang dapat memicu krisis pangan,air, energi, serta bencana ekologis.

Prasetyandi juga mengungkapkan, saat ini kebutuhan air sangat tinggi, sementara itu ketersediaan air layak konsumsi semakin terbatas. Hal itu disebabkan menurunnya kualitas air (akibat pencemaran, interusi dan kerusakan pada sumber air) serta kuantitas air.

Selain Kota Banjarmasin yang memiliki pelayanan hingga 95%, warga di 12 kabupaten/kota lainnya di Kalsel hanya 20% yang terhubung dengan jaringan perusahaan daerah air minum (PDAM). Demikian juga dengan sektor pangan. Hilangnya kedaulatan rakyat pada pangan, ujarnya, berujung pada kasus kelaparan dan gizi buruk. (Denny/Esra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *