LSM AMPUH Resmi Laporkan PT. POWER LAND ke Mabes Polri

power land

AMPUH, Jakarta
Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (LSM-AMPUH) resmi melaporkan PT. POWER LAND ke Mabes Polri di Jl. Tronojoyo No. 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (13/06/2013). Laporan tersebut langsung diserahkan oleh Sekeretari Jenderal (Sekjen) DPP LSM AMPUH Agus Riyanto yang didampingi Direktur Investigasi Jarpen Gultom.

Laporan yang benomor TBL/20/VI/2013/Bareskrim, terkait usaha PT. POWER LAND di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang melakukan kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat 1 Undang-undang RI nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

AMPUH menerangkan, bahwa berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki PT. POWER LAND diduga telah melakukan tindak pidana lingkungan dengan cara melakukan REKLAMASI seluas kurang lebih 68,18 Ha yang berlokasi di pantai pulau Bokor kelurahan Tanjung Uma kecamatan Lubuk Baja kota Batam Propinsi Kepri. Dimana kegiatan tersebut sudah berlangsung selama kurun waktu 1 (satu) tahun lamanya. Akan tetapi perusahaan tersebut ditenggarai tidak memiliki amdal.

“Bahwa mengingat perkara ini sudah berjalan selama satu tahun, namun tidak adanya tindakan tegas dari instansi-intansi terkait di Pemerintah Kota Batam, khususnya dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kotamadya Batam (Bapedal). Sehingga menimbulkan kesan seolah-olah pemerintah kota Batam dalam perkara ini tutup mata. Maka dengan itu kami resmi melaporkannya ke Mabes Polri,” kata Jarpen Gultom.

Berdasarkan investigasin AMPUH PT. POWER LAND yang beralamat di Komp. Trikarsa Equalita Blok. A No. 30, Kel. Sungai Panas, Kota Batam, sampai sekarang masih terus melakukan kegiatan.

“Sampai sekarang perusahaan tersebut masih beroperasi. Sementara akibat reklamasi tersebut hutan mangrove (bakau) rusak karena tertimbun material tanah dan batuan granit, sehingga ekosistim disekitar pantai rusak. Dan yang lebih parah sudah hilang satu pulau yakni PILAU MENTIANG,” terang Jarpen Gultom yang getol menyoroti masalah lingkungan ini. (Richard Burton/ www.radaronline.co.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *