5 Cagub Riau Didesak Peduli Lingkungan

greenpeace
Foto: Aktivis Greenpeace berunjuk rasa menuntut Cagub Riau peduli lingkungan (GATRAnews/dok)

AMPUH, Jakarta
Greenpeace Indonesia, Jikalahari dan WALHI Riau mendesak lima calon Gubernur (cagub) Riau untuk memaparkan visi dan misi kongkrit atas kerusakan hutan Riau yang semakin parah dan mengancam kehidupan satwa liar dilindungi. Tak hanya itu, menurut Greenpeace, kerusakan alam ini juga mengancam ratusan ribu warga yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian hutan. Para aktivis Greenpeace memakai topeng lima wajah cagup Riau dan berunjuk rasa di lokasi hutan gambut kaya karbon dan hayati yang terbakar di Pelalawan, Riau, Kamis (22/8).

“Tutupan hutan Riau berkurang 180.000 hektar per tahun sejak 2009. Sementara tidak ada perubahan yang berarti bagi hutan dan lingkungan dari kepemimpinan Riau dalam lima tahun terakhir yang justru banyak mantan kepala daerah di tingkat kabupaten juga terjebak korupsi,” kata Muslim Rasyid, Koordinator Jaringan penyelamat hutan Riau (Jikalahari). Menurut Muslim, aksi ini adalah seruan langsung kepada para seluruh calon Gubernur Riau yang jika terpilih akan menjabat selama periode 2013-2018 mendatang untuk memaparkan kepada masyarakat Riau secara kongkrit dan terukur atas visi dan misi lingkungan jika terpilih pada pemilihan kepala daerah 4 September 2013 mendatang.

Kepemimpinan Riau lima tahun ke depan adalah masa kritis bagi masyarakat Riau untuk menentukan siapa calon yang bisa bertanggung jawab menghentikan kerusakan hutan. Ini belum termasuk bagaimana pencemaran sungai diselesaikan dan konflik kepemilikan lahan masyarakat adat dengan perusahaan. “Riau membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat mengatasi persoalan lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya telah mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat dan negara serta hilangnya habitat rumah satwa liar dilindungi. Proses hukum terhadap perusahan dan pelaku pembakar lahan yang seharusnya bertanggung jawab tidak pernah tuntas dan prosesnya juga tidak dilakukan secara transparan,” ujar Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rusmadya Maharuddin, dalam siaran pers yang diterima GATRAnews.

Direktur WALHI Riau, Riko Kurniawan menambahkan, “Jika tidak ada visi dan misi lingkungan yang terukur dan berbatas waktu, maka gubenur Riau mendatang tidak akan bisa memperbaiki kerusakan dan mengembalikan kerugian dari hilangnya hutan alam Riau. Kami menghimbau pemilih untuk memastikan calon yang pro lingkungan demi penyelamatan hutan untuk menjaga lingkungan Riau yang lebih baik,” kata Riko lagi. (greenpeace)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *