Banyak Pencemaran Lingkungan di Kota Batam, LSM AMPUH Minta KLH Turun Tangan

Mr. Terry D Mobley dan Moja dari INL U.S Embassy bersama Jarpen Gultom ketika melakukan kunjungan ke kantor DPC LSM AMPUH Kota Batam

AMPUH, Jakarta
Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (LSM-AMPUH) kembali mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Batam dalam menangani pencemaran lingkungan.

Pasalnya, sampai saat ini, tingkat pencemaran lingkungan di Kota Batam semakin tinggi. Apalagi diperparah lambannya penanganan dari instansi terkait, seperti Badan Pengendalian Lingkungan (Bapedal).

Melalui Direktur Investigasi LSM AMPUH Jarpen Gultom kepada Radaronline menuturkan, bahwa Pemkot Batam terlihat tidak serius menangani masalah pencemaran lingkungan. “Kita sudah sering menyurati Bapedal maupun Walikota Batam terkait pencemaran lingkungan di Kota Batam, namun sampai saat ini terkesan cuek,” kata Jarpen Rabu (20/11/2013) di kantornya di Jakarta.

Jarpen menambahkan, beberapa pengusaha nakal di Kota Batam seakan tidak ada takutnya dengan membuang limbah dengan sembarangan. Dia mencontohkan, salah satunya adalah PT. Naninda Mutiara Shipyard (NMS) yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso Km. 9, Tanjung Uncang, Kota Batam (Kepri).

Dimana perusahaan tersebut diduga menimbun/membuang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di tiga lokasi yakni di Bukit GTI, Simpang Taroka dan Depan Sido Muncul yang ketiganya berada di Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji Kota Batam. Namun sampai saat ini tidak ada tindakan sama sekali.

Bukan hanya itu, seperti pencemaran di perairan pantai utara Pulau Batam diduga kuat mengandung limbah B3. Hal itu dipertegas oleh Pakar Kelautan Tokyo University, Eddiwan, mengatakan kandungan B3 di Pantai Nongsa sudah di atas kewajaran.

Begitu juga dengan pencemaran lingkungan di bilangan Industri Wakaka, Simpang Franky, Batam. Dimana diduga kuat tumpukan limbah tersebut merupakan sisa produksi dari PT berinisial SMJ, Simpang Frengky Batam Centre, perusahaan pengolahan Kakau.

Namun banyaknya pelaku perusak lingkungan itu, tidak membuat pemerintah setempat peka terhadap penanganannya maupun penindakannya. “Khusus kasus PT NMS, Kami sudah melayangkan gugatan melalui Pengadilan Negeri Kota Batam. Kami sangat serius memperjuangkan lingkungan hidup. Yang mana nantinya untuk kelangsungan anak cucu kita nanti,” tambah Jarpen yang getol menyoroti masalah lingkungan ini.

Pihaknya juga menghimbau supaya Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) meninjau langsung Kota Batam. Yang mana banyak sekali pencemaran lingkungan hidup, termasuk yang dilakukan PT. NMS yang di duga dengan sengaja membuang/menimbun limbah B3 jenis copper slag tersebut.

“Lambannya Bapedal maupun Walikota Batam menangani pencemaran lingkungan di Kota Batam, sudah seharusnya KLH turun langsung memperhatikan kerusakan lingkungan di Batam yang mana semakin parah,” ungkap Jarpen. (Richard BP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *