Kabut Asap, LSM Ampuh: STOP Pembakaran Lahan

padang

Payakumbuh, Ampuh
Status siaga bencana kabut asap ditetapkan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatra Barat dan pihak Selasa (11/3/2014) hari ini. Pasalnya, penetapan status siaga bencana kabut asap ini lahir dari keputusan rapat koordinasi seluruh SKPD di Balai Kota.

Hasil rapat memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) selama dua hari terhitung dari Selasa (11/3/2014) hingga Rabu (12/3/2014) besok. Keputusan untuk meliburkan siswa-siswi sekolah ini disebabkan kabut asap yang semakin parah dengan jarak pandang berkisar antara 50 hingga 100 meter. Bahkan gangguan pernapasan akut dirasakan akibat asap tebal pembakaran lahan.

Benni Warlis, selaku Sekretaris Kota Payakumbuh mengatakan keputusan meliburkan seluruh siswa sekolah akibat kabut asap ini dinilai wajar lantaran kabut asap dirasa semakin parah di wilayah Payakumbuh ini. “Libur sekolah dua hari ini sebagai upaya prefentif terhadap pelajar yang masih rentan dan mudah terjangkiti penyakit yang disebabkan kabut asap,” kata Benni Warlis.

Jika dalam dua hari kedepan kabut asap semakin parah, maka libur sekolah dimungkinkan akan ditambah. Bahkan, Benni Warlis pun mengimbau kepada warga untuk memeriksa kesehatannya di Posko kesehatan terdekat guna mengantisipasi penyakit yang disebabkan oleh kabut asap.

Sementara itu, Jarpen Gultom SH., aktivis lingkungan LSM AMPUH di Jakarta, mengatakan kabut asap di wilayah Payakumbuh, Padang, Sumbar, dirasa sangat parah lantaran pembakaran lahan gambut oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya, akibat pembakaran lahan ini bukan hanya berpengaruh pada lingkungan namun aktivitas pemerintahan, perekonomian, kesehatan, sekolah dan lain sebagainnya jadi terganggu. “Prihatin dengan bencana kabut asap di wilayah Payakumbuh, Sumbar. STOP Pembakaran lahan gambut, ciptakan lingkungan hijau,” jelas Jarpen Gultom SH. (Amfreizer/Timi/Yen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *