AMPUH: Mendukung Konservasi Orangutan di Hutan Kaltim

oi

Jakarta, Ampuh
Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) kembali melepasliarkan 10 orang utan (Pongo pgymaeus morio) dari Pusat Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari, Kabupaten Kutai Kartanegara, ke Hutan Kehje Sewen, Kaltim.

Pelepasliarkan 10 orangutan ini terpantau hidup agar bisa bertahan di alam. Dan untuk mengetahui keberadaan mereka, kami menanamkan radiotelemetri atau semacam pemancar sinyal yang ada di tubuh orangutan.

“Tahun 2014 kami mulai dengan melepasliarkan 10 orangutan. Selanjutnya kami optimis untuk melepasliarkan lebih banyak lagi orangutan. Semua orangutan yang kami lepasliarkan terpantau hidup dengan menanamkan radiotelemetri ditubuh orang utan tersebut,” kata drh. Agus Irwanto, selaku Manajer Program Samboja Lestari, kemarin.

Pelepasliaran orangutan ini merupakan hasil nyata kolaborasi Yayasan BOS dengan para pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Serta masyarakat Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Jarpen Gultom SH, aktivis lingkungan dari organisasi Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH) di Jakarta, mendukung penuh langkah Yayasan BOS dalam konservasi orangutan guna mengembalikan fungsi dan habitat hewan yang hidup secara alami dihutan.

“Deforestasi (penggundulan) hutan di Indonesia sangatlah tinggi. Tindakan konservasi hutan dan habitatnya patut diapresiasikan guna mengembalikan fungsi hutan yang layak dan aman sebagai sumber kehidupan, serta melestarikan habibat hewan yang hidup dihutan Indonesia. (Pra/Yen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *