45 Perusahaan Perusak Hutan Akan Segera Diproses Hukum

AMPUH, Jakarta
Sebanyak 45 perusahaan di Provinsi Riau dan sekitarnya dituding melakukan perusakan hutan yang mengakibatkan bencana kabut asap sebulan terakhir. Data tersebut merupakan temuan tim investigasi yang dilakukan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) di Indonesia.

Ketua DNPI Rachmat Witoelar menyatakan, terhadap ke 45 perusahaan ini akan dilakukan proses penindakan dan akan diberikan sanksi hukum. “Kita turunkan 21 orang tim terpadu ke sana. Hasilnya, 45 perusahan itu melanggar dan akan segera memproses pelanggaran korporasi ini ke meja hijau,” ujar Rachmat di Bengkulu, (24/3/2014) kemarin.

Dia melanjutkan, bahwa tuduhan utama kepada 45 perusahaan ini adalah pengrusakan hutan yang mengakibatkan terbakarnya beberapa kawasan, terutama lahan gambut di Provinsi Riau dan sekitarnya.

Bahkan angka ini jauh lebih besar dari tahun 2013 lalu. Tercatat di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), hanya 13 perusahaan saja yang melanggar. Saat itu Indonesia harus berhadapan dengan negara Singapura yang terkena imbas bencana kabut asap.

“Kerugian secara ekonomi yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan bencana kabut asap Riau mencapai Rp 10 triliun bahkan lebih. Sedangkan tingkat emisi yang ditimbulkan saat ini sedang dalam proses penghitungan,” tutup Rachmat.

Sementara itu, Direktur Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masayarakat Pemerhati lingkungan Hidup (LSM-AMPUH) Jarpen Gultom menyayangkan lambannya tindakan dari pemerintah.

“Kita sangat menyesalkan lambatnya proses yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk menindak para pelaku. Guna kelangsungan lingkungan hidup yang baik untuk kedepan, kita meminta aparat hukum tindak tegas para pelaku pembakaran hutan,” kata Jarpen dengan tegas kepada Radaronline di Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Pihaknya meminta pemerintah jangan pandang bulu menindak para pelaku. “Perusahaan manapun pelakunya, lokal maupun perusahaan luar, kita meminta agar ditindak tegas,” ujar Jarpen yang getol menyoroti masalah lingkungan ini. (Anri/Rihard BP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *