AMPUH: Usut Tuntas Pelaku Penganiayaan Orangutan

borneo

Kutai Timur-Kaltim, Ampuh
Pihak Kepolisian diminta untuk segera mengungkap kasus penganiayaan orangutan di area perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pasalnya, sejauh ini kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus itu, padahal kejadiannya sudah diketahui dua pekan lalu.

“Polisi seharusnya sudah tahu siapa pelakunya. Semua memperhatikan kasus ini karena tahun 2011 terungkap tiga kasus pembantaian orang utan di Kaltim,” kata Ramadhani, Manajer Pusat Perlindungan Orangutan (COP) Kalimantan, kemarin.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Kutai Timur Ajun Komisaris Danang Setyo P, menegaskan bahwa pihaknya tidak terburu-buru dalam menuntaskan kasus itu karena fokus menemukan dan menetapkan tersangka sesuai prosedur.

“Kami tidak terburu-buru dalam menetapkan tersangkanya, karena itu harus sesuai prosedur,” jelas Danang Setyo.

Sedangkan menurut Yaya Rayadin, selaku pemerhati orangutan dan juga pengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda, mengatakan banyaknya perusahaan perkebunan yang area produksinya bersinggungan atau dulu merupakan habitat orangutan belum bisa menangani orangutan secara professional sehingga selalu ada penganiayaan terhadap orangutan.

“Habitat orangutan belum ditangani secara professional, sehingga kasus penganiayaan orangutan masih kerap terjadi,” tandas Yaya.

Dalam kesempatan terpisah, Jarpen Gultom SH., aktivis lingkungan hidup dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH) di Jakarta, mengungkapkan mendukung langkah COP Kalimantan untuk mengusut tuntas pelaku kasus penganiayaan terhadap orangutan.

Sebagaimana diketahui, orangutan adalah salah satu jenis kera besar atau greap ape yang masih tersisa di muka bumi dan saat ini masih bertahan hidup di Indonesia, khususnya di dua pulau besar, yakni Kalimantan dan Sumatera.

Kawasan Sumatera dihuni oleh orangutan dari jenis Pongo Pygmaeus Abelli, sedangkan Pongo Pygmaeus Pygmaeus lebih banyak mendiami kawasan Kalimantan Barat dan sebagian Negara bagian Serawak di Malaysia. Sedang Kalimantan Tengah paling banyak dihuni oleh jenis Pongo Pygmaeus Wurmbii.

Orangutan hanya akan bisa bertahan hidup bila habitat dan sumber pakannya terjamin, atau tidak diganggu oleh manusia. Di alam, orangutan memiliki peran sangat sentral sebagai penyebar biji (seed dispersal agent) paling produktif dan massal dan merupakan indikator kesehatan hutan alam.

“Langkah pengusutan kasus penganiayaan orangutan patut didukung dan diusut oleh aparat hukum. Orangutan hanya bisa bertahan dialam yang habitatnya terjamin. Namun jika kehidupannya diganggu oleh manusia, maka keberadaan orangutan itupun akan terancam punah. Tindak langsung pelakunya,” ungkap Jarpen Gultom SH. (Pra/Yen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *