Sekjen LSM AMPUH : Kota Batam Menjadi Kota Limbah

Ampuh agus
Wawancara bersama Sekjen AMPUH, Agus Riyanto,SH (13/06).

Jakarta, AMPUH
Sidang gugatan Legal Standing antara LSM AMPUH sebagai Penggugat melawan Badan Pengusahaan Batam, Walikota Batam sebagai Tergugat I, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) Kota Batam sebagai Tergugat II, Direktur Utama PT. Naninda Mutiara Shipyard sebagai Tergugat III, Direktur Utama PT Pelayanan Listrik Nasional (PT PLN) Kota Batam sebagai Tergugat IV, Direktur Utama PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero Batam) sebagai Tergugat V kembali di gelar pada hari Selasa, 10 Juni 2014.

Dalam agenda sidang ini adalah penyerahan Duplik dari Para Tergugat, pada sidang kali ini kembali Tergugat I, II, III, dan IV belum siap dengan Dupliknya setelah sebelumnya minggu lalu juga belum siap menyerahkan duplik nya, dalam persidangan ini yang telah menyerahkan dupliknya adalah dari Tergugat V yang sejak perkara ini mulai disidangkan Tergugat V selalu kooperatif menjani tahap-tahap persidangan .

Ditemui di kantor LSM AMPUH di Jakarta Timur Sekjen LSM AMPUH Agus Riyanto, SH menjelaskan “ sidang ke dua kalinya dalam agenda yang sama tetap Tergugat I, II, III, dan IV belum juga menyampaikan materi Dupliknya di persidangan, kami melihat para tergugat tersebut memang sudah tidak ada perdulinya terhadap kasus pengurasakan dan pencemaran lingkungan di kota Batam, Tergugat II sebagai instasi yang khusus membidangi lingkungan malah justru masa bodo dan mensepelekan ada nya gugatan tentang lingkungan kita, seharusnya dia harus lebih kooperatif di persidangan lingkungan ini supaya perkara ini dapat diselesaikan, jadi mau sampai kapan perkara lingkungan ini akan segera selesai jika para tergugat selalu mengulur-ulur waktu ?. Dikota Batam perkara lingkungan belum pernah ada yang sampai ke meja persidangan ini karena kurangnya kepedulian instasi yang bersangkutan dalam menyelesaikan masalah lingkungan, kekawatiran kami kesan yang akan timbul adalah kota Batam akan berubah nama dari kota industri mejadi kota limbah jika perkara lingkungan ini tidak ditanggapi dengan serius dari instansi-instansi yang bersangkutan“

Karena dalam sidang ini Tergugat I, II, III, dan IV belum siap dengan dupliknya maka sidang di tunda minggu depan pada hari Selasa 17 Juni 2014 dengan agenda Penyerah Duplik. (Burton/Restu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *