Sungai Tercemar, Aher: Upayakan Citarum Bestari

citarum

Bandung, Ampuh
Sungai Citarum merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat. Naik untuk kebutuhan pertanian, air baku, kebutuhan rumah tangga, peternakan maupun kebutuhan lainnya. Untuk itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berharap kepada masyarakat Jawa Barat khususnya agar lebih peduli terhadap sungai Citarum yang kondisinya kini kian tercemar.

“Kalau Citarum kotor, itu kan karena dikotor oleh kita atau manusianya. Kalau semua orang merasa memiliki Citarum, Insya Allah akan menjaga dan merawat Citarum dengan baik dengan tidak membuang sampah, limbah, maupun limbah industri, limbah ternak dan limbah pertanian,” kata Aher di Bandung, Minggu (21/9/2014).

Menurut Aher, warga DKI Jakarta juga membutuhkan air baku dari sungai Citarum ini. Sebagaimana diketahui, Sungai Citarum yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini merupakan sungai terpolusi di dunia, sehingga sangat diperlukan upaya penyelamatan kritisnya sungai tersebut.

Untuk setiap harinya, Sungai Citarum menampung sekitar 400 ton limbah ternak, 25.000 limbah sampah dan 280 ton limbah pabrik. Aher beserta jajarannya di lingkungan Provinsi Jawa Barat mengaku terus berupaya untuk menyehatkan kembali sungai Citarum.

“Kami terus melakukan berbagai upaya untuk sungai Citarum Bestari (Bersih, Indah, Lestari),” ucapnya.

Bahkan Aher juga menargetkan air Sungai Citarum bisa langsung diminum pada 2018 mendatang. Untuk itu, butuh dukungan dari semua pihak untuk menjaga kebersihan Sungai Citarum.

Dalam kesempatan terpisah, Jarpen Gultom SH, selaku Direktur Investigasi Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (Ampuh) mengatakan prihatin akan kondisi Sungai Citarum lantaran Citarum saat ini menjadi sungai paling tercemar di dunia.

“Prihatin akan kondisi Sungai Citarum yang kotor dan tercemar akibat sampah dan pembuangan limbah,” kata Jarpen.

Menurut Jarpen, permasalahan yang dihadapi oleh sungai Citarum saat ini cukup kompleks, Oleh sebab itu, kondisi ini menjadi perhatian bagi semua pihak, tidak hanya pemerintah pusat tapi warga yang peduli akan kelangsungan mahluk hidup wajib untuk memelihara dan menjaga kebersihannya.

Untuk diketahui, kata Citarum berasal dari dua kata yaitu Ci dan Tarum. Ci atau dalam Bahasa Sunda Cai, artinya air. Sedangkan Tarum, merupakan sejenis tanaman yang menghasilkan warna ungu atau nila. Pada abad ke-5, berawal hanya dari sebuah dusun kecil yang dibangun di tepi sungai Citarum oleh Jayasinghawarman, lambat laun daerah ini berkembang menjadi sebuah kerajaan besar, yaitu Kerajaan Tarumanegara, kerajaan Hindu tertua di Jawa Barat. Dari dahulu hingga sekarang, Citarum memainkan peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama masyarakat di Jawa Barat.

Dahulu kala, Citarum menjadi batas wilayah antara dua kerajaan yaitu Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda (pergantian nama dari Kerajaan Tarumanegara pada tahun 670 Masehi). Fungsi Citarum sebagai batas administrasi ini terulang lagi pada sekitar abad 15, yaitu sebagai batas antara Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten. Namun kini, nama Citarum tercoreng karena sungai paling tercemar di dunia. (Cita/Kmp/Yen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *