Sidang Gugatan LSM AMPUH di PN Batam Memasuki Kesimpulan

PT NMS

Tim LSM AMPUH mengampil semple di simpang TarokaTempat Penimbunan Limbah B3 Jenis Copperslag oleh PT NMS.

Batam, Ampuh
Hari ini Kamis 23 Oktober 2014, sidang gugatan Legal Standing dengan nomor perkara 197/Pdt.g/2013PN.Btm, atas pencemaran lingkungan hidup yang diajukan Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (LSM-AMPUH) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Batam kembali digelar.

Sidang kali ini dihadiri Tergugat 1 sampai dengan 4 dengan agenda sidang yang seharusnya mendengarkan keterangan saksi yang diajukan PT Naninda Mutiara Shipyard (NMS) yakni sebagai Tergugat 4 tidak jadi. Namun tergugat 1 dan 4 mengajukan bukti surat tambahan.
Bukan hanya Tergugat 4, namun para tergugat menyatakan tidak mengajukan saksi untuk sidang hari ini dan selanjutnya. Sehingga sidang akan dilanjutkan dua minggu yang akan datang. “Sidang akan dilanjutkan dua minggu lagi yakni tanggal 6 November 2014, dengan agenda kesimpulan,” kata Ketua Majelis, Merywati SH, Muh.

Sementara itu, Tergugat 1 dan 4, dalam bukti surat yang diajukan dalam sidang hari ini, surat dari BPJS yang bunyinya bahwah dua orang saksi dari Penggugat sebelumnya mengatakan bahwa mereka di tahaun 2006 pernah bekerja di PT.NMS, ternyata bukti yang didapatkan dari BPJS nama saksi yang di hadirkan oleh penggugat tidak terdaftar di BPJS.

“Saya heran, dimana di tahun 2006 yang namanya BPJS belum ada dan yang ada adalah JAMSOSTEK. Kenapa bukti yang diajukan oleh tergugat 1 dan 4 tentang status karyawan PT NMS yang ikut serta BPJS di tahun 2006 ? Ada apa,” kata Sekjen LSM AMPUH Agus Riyanto usai persidangan.

Sekedar informasi, gugatan ini berawal ketika PT. NMS yang bergerak dibidang Galangan Kapal (perkapalan) diduga melakukan penimbunan/pembuangan limbah B3 jenis copper slag pada tahun 2005 sampai ekitar tahun 2009.

Namun sampai gugatan ini diajukan, limbah tersebut masih ada di lokasi penimbunan/pembuangan di tiga lokasi yakni di Bukit GTI, Simpang Taroka dan Depan Sido Muncul yang ketiganya berada di Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji Kota Batam, dan tidak ada tindakan sama sekali dari Bapedal maupun Walikota Batam.

Sementara itu, LSM AMPUH sudah beberapa kali meminta koonfirmai melalui surat konfirmasi kepada yang bersangkutan seperti PT. Pelayanan Listrik Negara Cabang Kota Batam, PT. Pengusahaan Daerah Indutri Pulau Batam (Persero Batam) dan PT. NMS, yang ketiganya selaku pemilik lokasi tempat pembuangan/penimbunan limbah B3 yang dilakukan oleh PT. NMS tersebut.

“Hal ini sudah beberapa kali kami konrfirmasi kepada pihak-pihak terkait, namun sepertinya tidak mengindahkan. Termasuk Bapedal dan Walikota Batam, sampai saat ini tidak ada tindakan sama sekali,” tambah Agus kepada Radaronline.

Sementara ditempat terpisah, Direktus Investigasi AMPUH, Jarpen Gultom mengatakan, pihaknya optimis gugatan dikabulkan. “Kita akan berjuang untuk memperbaiki lingkungan kita, ini demi anak cucu kita nanti,” kata Jarpen, di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Dia mengatakan gugatan ini awal dari langkah organisasinya untuk berperan serta menjaga kerusakan lingkungan, termasuk di Kota Batam yang sudah semakin parah. (T/Richard BP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *