Bapedal dan Penyidik Polresta Barelang Turun ke PT BES Terkait Laporan LSM AMPUH

agus

Perwakilan dari Bapedal, Penyidik dan Sekjen LSM AMPUH dan Ketua DPC Kota Batam lokasi PT . BES.

Jakarta, Ampuh
Pelaksaan pengambilan uji sampling di lokasi PT Batam Expresindo Shpiyrd (PT. BES), yang rencananya hari ini tidak jadi dilaksanakan, hal tersebut dikarenakan terkendala oleh peralatan teknis yang akan dipergunakan di lokasi.

Padahal di lokasi (area pintu masuk PT BES) sudah hadir para pihak yang terkait, seperti dari Bapedal Kota Batam yang diwakili oleh Kosmalinda (Kasie Pengaduan), Penyidik Polresta Balerang, Labolatorium Succofindo sebagai Pelaksana Teknis Pengambilan sampling, pihak dari PT. BES dan dari pihak pengadu yakni Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (LSM-AMPUH).

Pelaksanaan uji sampling ditunda dikarenakan alat untuk menguji tidak memadai. Dimana di lokasi ini harus menggunakan alat berat (beco) karena jika hanya menggunakan alat bor tidak akan mendapat titik kedalaman limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis copper slag yang diduga sudah ditimbun dengan kedalaman 2-3 meter.

“Semua pihak yang hadir telah sepakat untuk menunda pelaksanaan uji sampling ini yang rencananua akan dilaksankan minggu depan. Untuk maslah harinya belum bisa ditentukan dikarenakan pihak penyidik akan koordinasi dulu dengan Bapedal guna teknis mendatangkan alat berat tersebut,” kata Sekjen LSM AMPUH, Agus Riyanto dilokasi yang didampingi Ketua dan beberapa pengurus DPC Kota Batam kepada Radaronline, Kamis (9/10/2014).

Laporan ke Polresta Barelang Batam

PT-BES-1

Lokasi penimbunan limbah B3 jenis Copper Slag di sepanjang jalan menuju gerbang pintu masuk PT. BES.

Sebelumnya, LSM-AMPUH melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Batam pada tanggal 01 Maret 2013, telah membuat Laporan Polisi di POLRESTA BALERANG , Batam Prov. KEPRI, dengan Nomor Laporan Polisi: LP-B/216/III/2013/Kepri/SPK-Polresta Balerang.

Laopran itu terkait dengan adanya pembuangan/penimbunan limbah B3 jenis Copper Slag yang diduga telah dilakukan oleh PT BES di lokasi area pintu masuk PT BES sendiri.

“Hal ini tetap dibiarkan dan terus berlangsung sehingga menimbulkan bahaya dan mencemari serta merusak lingkungan. Akibatnya Kita resmi melaporkan kasus ini ke Polresta Barelang,” kata Agus beberapa waktu lalu kepada Ampuh, di Jakarta.

Sebelumnya, LSM AMPUH sendiri telah menyurati pihak-pihak terkait seperti PT BES dan Pemerintah Daerah/Kota (Pemkot) Kota Batam, termasuk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan atau Bapedal. Namun sampai saat ini tidak ada tindakan sama sekali.
Akan tetapi, hari ini perkara tersebut sudah mulai ada titik terang, yakni terkait akan adanya uji sampling, meski pada akhirnya ditunda.

“Yang pasti kita apresiasi lah, pihak-pihak terkait sudah ada tindaklanjutnya. Selanjutnya kita akan menunggu minggu depan untuk uji sampling tersebut,” terang Agus. (Tm/Richard BP)