Pemprov Jabar Gandeng Pemerintah Korea Bersihkan Citarum

citarum

Bandung, Ampuh

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Korea, khususnya dibidang lingkungan guna mewujudkan Citarum Bestari (Bersih, Sehat, Lestari dan Indah). Hal itu disampaikan, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna.

“Kerjasama Jabar, Indonesia dengan Korea sekarang ini sedang kita jajaki, mudah-mudahan kerjasama ini membantu memecahkan masalah kita dalam menangani persoalan Citarum,” kata Anang Sudarna, Rabu, (19/3/2014).

Anang mengatakan, kerja sama dilakukan untuk mencapai target pada tahun 2018. Pasalnya, Korea dan Jepang telah terbukti berhasil mengatasi permasalahan lingkungan dan pencemaran sungai seperti yang diderita Citarum kini. Selain itu, mereka juga memiliki komitmen tinggi dalam pembicaraan mengenai masalah lingkungan dan pencemaran sungai.

“Korea memiliki komitmen besar terhadap perbaikan Citarum,” ungkap Anang.

Danial Kim, selaku General Secretary of Indonesian Korea Orot Foundation (IKOF) mengaku siap membantu dan menjadi fasilitator untuk menghubungkan kerjasama Indonesia dan Korea lebih mendalam, khususnya dalam menangani Citarum. Kim mengatakan, tak mudah untuk mensterilkan sungai Citarum yang kini keadaannya sangat memprihatinkan.

“Perlu beberapa tahun untuk menyelesaikan persoalan seperti ini, ini tidak mudah,” kata Kim.

Namun, penanganan tersebut akan berjalan lancar saat semua pihak yang terlibat bekerja dengan kompak. “Semuanya harus kompak, antara kerjasama pemerintah, dinas kehutanan dan lainnya, kemudian masyarakat juga harus mengerti,” tambahnya.

Sebagai contoh, Kim mengungkapkan bahwa penanganan sungai di Korea yang tidak jauh keadaannya dengan sungai Citarum memakan waktu yang cukup lama. Menurutnya, salah satu solusi terpenting sungai di Korea itu adalah dengan menjauhkan aktivitas kehidupan manusia sejauh 2 kilometer dari bantaran sungai.

“Jadi tidak boleh ada aktivitas manusia di bantaran sungai. Kalau di Korea, dalam beberapa tahun, sungai dengan jarak 2 kilometer tidak boleh ada gangguan dari masyarakat atau manusia. Di kami (Korea, red) itu, semacam industri, peternakan, jarak 2 kilometer dari sungai tidak boleh ada. Industri dan peternakan diharuskan menjauh supaya airnya bersih dan bisa terjaga,” jelas Kim.

Oleh karena itu, hal yang sama pun bisa diterapkan di Indonesia, terutama dalam hal ini penanganan sungai Citarum. “Itu kalau di Korea begitu. Saya berharap masyarakat disini (Indonesia) bisa mengerti,” pungkas Kim. (Kp/Rani)